Langsung ke konten utama

Sandwich, sandwich apa yang enggak enak?

 ...

Ya sandwich generation, dong!


Actually, by the definition, I'm not completely a sandwich generation. I don't have any child though, I don't think I will have one, because things on the Earth are getting hella expensive. If I become millionaire someday (amen), maybe I will reconsider having children. But for now, big big NO.

Although not completely a sandwich generation, I have a responsibility to take care of my mom and my grandparents. Bukannya aku ndak mau ya. Maksudnya, siapa sih yang tega menelantarkan orang tua?

Tapi aku benci aja sama nasibku. Gak memungkiri, aku juga kesel dengan fakta bahwa mereka gak punya saving untuk masa tua mereka. Aku tau sih, dulu mereka hidup susah, pendidikan kurang. Ya pokoknya masalah sistematis yang kalau dibikin kerangka konsep gak cukup 100 lembar A3 yang digabungin.

Apalagi kalau mbah udah mulai ngeluh soal uang. I just want to disappear :D

Can't imagine how my sister survive selama ini. Aku seneng banget pas bilang, "Sekarang gantian dulu aja, kan gua udah lulus", terus dia langsung riset kampus😍

Terus kalau boleh jujur, aku pun iri sama mereka yang bisa langsung lanjut pascasarjana setelah wisuda. Kemarin aku disable instagram dari ponselku karena dalam seminggu, aku lihat dua orang yang aku kenal posting orientasi mahasiswa baru pascasarjana yang mereka lagi jalanin. Good for them. Aku seneng mereka bisa nambah ilmu untuk sumbang pengetahuan mereka ke negeri ini. Tapi ya dalam hatiku tetap ada rasa iri, jujur.

Tuhan atur timeline yang berbeda bagi setiap insan. Tapi kenapa timeline aku harus lama?

Komentar